Pengunjung Lapak

Selasa, 07 Desember 2010

Akhwat make Behel



Assalamu’alaikum Wr. Wb
Khaifa khaluk ukhti-ukhtiku yang dirahmati oleh Allah SAW?
Kalau dilihat dari judulnya, waa, pasti bakalan ngebahas tentang behel alias dental braces ni.
Ehhm,
Behel behel behel
Sudah berapa banyak yaa, para akhwat yang menggunakan behel?
Ratusan? Ribuan?
Yang jelas mungkin tidak bisa dihitung lagi.
Duuh, emang behel apaan sii??
Gubrakkk
Masa ga tauu?
Menurut om Wikipedia, Kawat gigi atau behel (bahasa Inggris: dental braces) adalah salah satu alat yang digunakan untuk meratakan gigi. Menurut jenisnya, bracket (bagian yang menempel) pada kawat gigi untuk tujuan estetis atau kosmetik ada yang bisa dilihat dan tidak bisa dilihat. Ada yang bersifat permanen artinya tidak dapat dilepas dan dipasang, lalu ada juga yang bersifat bisa dilepas dan dipasang. Mekanismenya yaitu dia mengatur, mendorong dan menahan pergerakan gigi. Perawatan ortho bertujuan untuk memperbaiki fungsi bicara, estetis muka, sudut bibir, rahang, senyum. Proses dari awal sampai akhir sesuai standar membutuhkan waktu kurang lebih tiga minggu.
Menurut kamus besar Amalia Larasati Oetomo, behel adalah alat bantu pada ilmu kedokteran gigi untuk merapihkan gigi yang tidak beraturan alias berantakan. Jadi gigi yang maju mundur, muter-muter, split, kayang, bisa tu dipasangkan behel. Behel tidak hanya memperbaiki struktur gigi yang berantakan, tapi bisa juga bikin kita cantik, hihi.
Ayo ukhti, masang behel yuk, namun, ada buanyak syarat yang harus dipenuhi agar bisa lulus pada tahap pemasangan behel. Ehmm, kan banyak tu yang make behel hanya untuk gaya-gayaan aja, trus gimana kalo behel untuk fashion?? Waa, mendingan baca dulu deh...
Prosedur pemasangan behel
Sebelum memutuskan untuk menggunakan behel kita harus melalui pergolakkan batin yang panjang (duillee). Tapi bener lo, memutuskan menggunakan behel adalah sebuah keputusan yang rumit. Istikhoroh berhari-hari, tanya sana sini.
Pertama, perhatikan gigi mu dengan seksama, bila sudah rapi sebaiknya tidak usah menggunakan behel karena pada gigi yang sudah terstruktur rapi, posisinya sudah aman. Namun bila behel dipasang pada struktur gigi yang sudah bagus, maka hal tersebut dapat merusak tatanan atau letak gigi yang sudah rapi. Alhasil bukannya cantik, gigi kita malah maju mundur. Huaaa
Nah kalau gigimu tidak rapih atau maju, berarti kamu sudah lulus tahap satu. Kedua, lihat BUDGET! Why? Because dental braces is so expensive you know??? Ehmm alias mahaaall. Untuk pemasangan atas saja dikenakan biaya 2,5 juta!! Kalau atas bawah, ya, itung sendiri deh. Jadi lihat-lihat dulu dananya, kalau belum ada ya nabung, atau cari tambahan.
Atauu, ini rahasia, jangan bilang-bilang yaa.. Cari aja mahasiswa kedokteran gigi yang lagi praktek pasang behel. Uda gratis, gigi rapi lagi. Asik khann??
Struktur gigi udah, budget udah, jengjeng... berarti kamu uda lulus tahap dua. Ehmm, kamu cari dokter gigi, atau mungkin dokter gigi langganan kamu (biar dikasih diskon, hihi). Dokter biasanya menanyakan keluhan kamu, setelah kamu menjabarkan dengan jelas, beliau akan memeriksa gigi kamu, kira-kira harus dipasang behel atau tidak. Dokter akan melihat susunan gigi kita, walaupun kelihatannya rapi, tapi renggang, maka akan dianjurkan untuk menggunakan behel.
Gigi yang renggang akan menjadi sarang kuman dan cenderung lebih mudah keropos. Gigi dirosen terlebih dahulu agar dokter gigi mengetahui struktur gigimu. Dokter gigi profesional akan jujur, bila gigimu rapi, maka behel tidak akan dianjurkan untuk dipasang. Tapi  jika tidak, beliau akan menganjurkan untuk menggunakan behel.
Untuk catatan, penting bangett malah, jangan datang ke TUKANG GIGI untuk kontrol gigi, apalagi memasang BEHEL!!!!!!!! Aduuhh, jangaann. Ternyata sudah banyak teman-teman yang termakan tipu daya tukang gigi. Biasanya mereka mengenakan tarif yang jauh lebih murah. Bahkan ada yang 1,6 juta atas bawah. Haaaa??? Duuh ukhti, jangan termakan rayuan gombal mereka. Memang si, gaya pake behel, murah lagi, tapii,,, gigi kalian akan semakin berantakan.
Tukang gigi hanya asal memasangkan bracket pada gigi. Mereka tidak tahu struktur atau susunannya seperti apa. Yang lebih parah lagi mereka tidak menggunakan hasil ronsen gigi si pasien. Bagaimana bila pada gusi pasien ada gigi lagi yang tersembunyi?? Kan serem tu.
Seperti yang dialami oleh temen sekosanku, untung aja dia langsung ke klinik dokter gigi, jadi saat dironsen ternyata ada gigi sembunyi di gusinya. Hihi, giginya main tak umpet, hihi. Jadi sebelum dia memasang behel, dia harus menjalankan operasi bedah mulut terlebih dahulu. Untung ya, kalau nggak, giginya mungkin udah patah-patah karena tersangkut kawat.
Nah, seperti yang sudah aku tuliskan tadi, setelah gigi kita diperiksa, kita akan menjalani ronsen terlebih dahulu. Dokter akan melihat susunan gigi kita, akan ditempel di mana bracket-bracketnya, apakah perlu menggunakan karet penarik atau tidak, giginya ada yang harus dicabut atau tidak?. Pemasangan behel akan dilakukan sekitar tiga hari setelah penyerahan hasil rontgen. Gitu deh
Setelah pemasangan
Ceritanya Curhat:
Satu jam setelah pemasangan, aku masih bisa petantang-petenteng ngomong nggak sakit sambil makan ayam goreng disambelin. Kira-kira tiga jam, sakitnya mulai terasa nyut-nyuttan, tapi untungnya dokter memberikan obat penghilang rasa sakit. Tapii, kurang lebih setengah hari, sakitnya sangat terasa, gigiku terasa seperti habis dihantam besi, hiks. Jangankan disentuh, nggak disentuh aja sakitnya pol-polan, Astagfirullahhh.
Parahnya, siang behel dipasang, malamnya aku mengajar privat, jadi bisa kebayang tersiksanya gimana. Yang pasti susah ngomong, saat ngomong kan gigi kesentuh bibir, itu tu sakit banget.. terpaksa minta maaf sama muridnya sambil nyengir kuda. Sehabis mengajar, di angkot aku tersiksa, sendirian, gelap, lupa bawa obat penghilang rasa nyeri lagi. Haha berlebihan.
Pokoknya gitu deh, aku nggak bisa makan selama dua hari. Paling hanya minum susu sama bubur. Tersiksaaa
Apalagi saat ganti karet, karet diganti dua kali sebulan. Gigi lagi sakit-sakitnya, malah ganti karet lagi, huhu
Setelah dua bulan, alhamdulillah aku nggak merasakan nyeri apapun, hihi. Sudah bisa makan ayam disambelin, gigit tomat, ngunyah wortel, lo?
Salah satu keuntungan make behel selain gigi rapih adalah behel bisa membantu kita menguruskan badan. Dua bulan make behel, berat badanku turun tiga kilo, drastis kan? Kalo uda kurus mendingan nggak usah deh, hehe. Hanya intermeso.
Hukum memakai behel
berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Artinya : Allah melaknat para wanita yang mengikir gigi untuk berhias dan yang merubah ciptaan Allah”
Mengikir gigi merupakan perbuatan yang merubah ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyibukkan diri dengan perbuatan sia-sia yang tidak ada manfaatnya, dan hanya membuang-buang waktu yang seharusnya dipergunakan untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat bagi manusia.
Perbuatan tersebut juga merupakan penipuan dan penggelapan serta menunjukkan kerdilnya manusia.

Bagaimana dengan behel?
Bila behel digunakan untuk alasan medis, sehingga bila tidak dipasang maka akan menimbulkan penyakit (seperti gigi jarang yang mengakibatkan penumpukan karang gigi) maka hukumnya mubah.
Namun apabila tidak diperlukan, maka hukumnya tidak boleh. Bahkan terdapat larangan untuk mengubah gigi dan mengikirnya untuk keindahan, beserta ancaman bagi pelakunya, karena perbuatan tersebut termasuk sia-sia dan mengubah ciptaan Allah.
Jika hal itu untuk pengobatan atau untuk membuang kelainan,atau untuk kebutuhan, misalnya seseorang tidak bisa makan dengan baik kecuali dengan mngubah gigi-giginya, maka hal tersebut diperbolehkan.

2 komentar:

CuRhatan Gua mengatakan...

keren postingan nya,,,,,
klo smua itu dah terlanjur gmna??

Riri Sopiana mengatakan...

Keren kak :D

Posting Komentar

Share this article ^^