Takdir merupakan suatu ketetapan yang haq, tidak dapat diganggu dan
digugat. Suatu perkara yang terjadi adalah rentetan takdir yang telah
ditetapkan sebelumnya. Seorang insan tidak dapat mengetahui takdir yang telah
ditentukan oleh-Nya. Seorang insan hanya dapat melakukan usaha dan kerja keras
dalam mencapai takdir, meski takdir hanya bisa diperoleh berdasar kehendak-Nya.
Sabtu, 11 Februari 2012
Rabu, 01 Februari 2012
Setitik Noda Jatuh, Kertas Itu Tetap Putih
Untuk Sena, Rafki, dan Penyandang Disabilitas yang lain.
Pukul Sembilan malam, dua laki-laki itu menjadi tujuan tatapan puluhan
pasang mata di sana. Sena dan Rafki. Mereka berdua tampil di hadapan para
peserta Inagurasi FLP Ciputat yang lain. Lampu dimatikan sebagian, terdengar
suara satu sosok mengagumkan. Suara itu melontarkan puisi-puisi yang kala itu
membuat hampir seisi ruangan tertegun. Termasuk saya. Baru beberapa kalimat
pertama yang terdengar, sudah membuat saya menangis sesegukan. Puisi tersebut
puisi cinta. Cinta kepada sesama manusia. Cinta kepada Allah SWT. Cinta yang
menjadikan kita merasa malu telah begitu sering tidak bersyukur akan
kesempurnaan. Seringkali celah kecil membuat kita merutuk sepanjang jalan.
Sedangkan masih banyak sosok-sosok dengan kekurangan, namun menjadikan
kekurangannya sebagai doping dalam
Selasa, 31 Januari 2012
Narasi Perijinan
Oleh: Amalia Larasati Oetomo
20 Januari 2012
Somalia, mungkin
ini negara pertama yang akan saya kunjungi sebelum saya menginjakkan kaki saya
di negara impian saya, Arab Saudi. Memang, negara Somalia bukanlah negara
tujuan umat muslim untuk umrah atau pun pergi haji, tapi saya yakin akan ada
sejuta cerita dan kebaikan di sana.
Bersama dengan
keenam sahabat, kami semua memiliki kesempatan untuk dapat pergi ke sana.
Terlepas siapa pun yang diberikan amanah untuk menjadi relawan. Menjadi relawan
bukanlah hal yang mudah. Tidak hanya diperlukan perjuangan tenaga dan pikiran,
namun juga keikhlasan hati yang besar. Selain itu dibutuhkan keahlian khusus
dalam meringankan beban trauma dan memberikan penyuluhan mental kepada para
korban. Hal itu yang akan kami pelajari.
Banyak persiapan
yang pastinya akan kami persiapkan dalam mengemban amanah ini. Dari persiapan
program, dana, ilmu, keahlian, dan pastinya ijin dari orang tua. Bagi saya,
persiapan terakhir inilah yang paling sulit saya lakukan. Karena apabila persiapan
lain sudah
Jumat, 20 Januari 2012
Berpikir kritis meningkatkan ranah keilmuan
Can Asians Think?(2005)
Kalimat
tersebut merupakan judul sebuah buku karangan seorang pemikir Asia progresif
Kishore Mahbubani yang disadur dari artikel Abdul Allam Amrullah. Apabila
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Dapatkan Orang Asia Berpikir? Kalimat
yang agak provokatif menurut Abdul. Menurutnya, lebih ke arah provokatif
sensitif. Mengapa sensitif? Karena sudah memasuki fragmen rasis yang berkaitan
dengan martabat dan harga diri bangsa.
Kawasan Asia
yakni kawasan yang terdiri negara dengan sejuta peradaban. Sebut saja kawasan
timur tengah dengan peradaban Islamnya. Betapa jayanya masa Bani Ustmani yang
ternyata terporakporandak oleh manipulasi politik dan teror rendahan yang
dibumbui serta penghianatan. Lalu Negara Cina dengan peradaban Tionghoa, dan
tentu saja Indonesia yang kaya akan budaya. Lalu, bagaimana bisa bangsa-bangsa
Asia yang awalnya merupakan pelopor dari berbagai pengetahuan dan ilmu tertua
dapat begitu mundur dan beralih menjadi
Senin, 16 Januari 2012
Belajar dari Bu Baidah
Apabila
berjalan menuju jalan semanggi di kawasan kampus UIN Jakarta, selalu terlihat
seorang nenek yang dengan apik membolak-balikkan martabak kecil di atas
penggorengannya. Nenek berbaju panjang sederhana dengan jilbab yang selalu
membalut kepalanya itu tidak pernah tampak sekali pun mengeluh.
Sembari
menunggu dagangannya laku, tidak pernah sekalipun saya melihat beliau berhenti
menggoreng. Dengan usia yang cukup senja, beliau cukup bersemangat dalam bekerja
dan berusaha.
Ketika banyak
orang yang dengan santai menadahkan tangan, beliau masih memiliki harga diri
tinggi dengan menolak pemberian cuma-cuma dari kedua anaknya.
Alhamdulillah
setelah beberapa kali membeli dagangannya (yang jujur membuat saya ketagihan
karena rasanya sangat enak), akhirnya saya memiliki kesempatan untuk sekedar
Sabtu, 14 Januari 2012
Perubahan
Seorang anak pernah bertanya kepada ayahnya mengenai arti kehidupan. Ayahnya pun menjawab, kehidupan layaknya permainan. Permainan membutuhkan pemain dengan kubu berbeda. Supaya seru, permainan tersebut harus kompetitif di mana pada akhir permainan selalu ada pemenang dan pecundang. Si anak tertegun lama, otaknya mengalami penolakan informasi, rasanya bukan itu jawaban yang dia harapkan.
Tidak, ayah, hidup bukanlah permainan, hidup adalah tujuan. Tidak ada kompetisi dalam menyelami hidup. Kehidupan adalah belajar memahami sehingga menuju pada ruang kedewasaan. Fragmen-fragmen kekosongan diisi dengan pembelajaran. Fragmen yang telah diisi pun diolah menjadi sulaman kepribadian dan ilmu yang menjadikan suatu keadaan hampa menjadi berarti. Kehidupan
Senin, 26 Desember 2011
Franchise go International! (my first non-fiction book)
Kesempatan yang tidak dapat saya prediksi
sebelumnya. Saat salah seorang sahabat yang juga aktif di FLP Ciputat mengirimkan
sebuah pesan yang berisikan ingin bertemu empat mata dengan saya. Sontak saya
pun bertanya-tanya kiranya apa maksud pertemuan itu. Besoknya, pertemuan itu
pun teralaksana. Intinya, dia ingin bekerjasama dengan saya dalam membuat
sebuah buku. Ternyata saat itu FLP Ciputat sedang mendapatkan proyek dari
sebuah penerbit (loh, saya kok nggak tau?). Saat itu saya memang sedang fokus
sibuk mengurus organisasi intra kampus, jadi kiranya agak jarang datang ke
Rumpus (Rumah Pustaka FLP).
Setelah mendengar tawaran tersebut,
spontan saya langsung mengiyakan, saya pikir, kapan lagi mendapatkan kesempatan
tersebut. Selama berkecimpung dalam organisasi kepenulisan, maka banyak
kesempatan dan sumbangsih yang dapat saya berikan. Namun, ketika sahabat saya
itu mengatakan bahwa deadlinenya adalah minggu depan
Langganan:
Postingan (Atom)

